Selaraskan Target Kinerja, Rorena Polda Kalbar Ikuti Rapat Sinkronisasi Renja Polri T.A. 2027
Bagstrajemen Rorena Polda Kalbar| Dalam rangka mematangkan arah kebijakan dan keterpaduan anggaran, Biro Perencanaan Umum dan Anggaran (Rorena) Polda Kalbar mengikuti kegiatan yang dilaksanakan oleh Stamarena Polri. Langkah ini diwujudkan melalui partisipasi aktif dalam Rapat Sinkronisasi Rencana Kerja (Renja) Polri T.A. 2027 dengan Renja Satker yang diselenggarakan di Hotel Diradja, Jakarta Selatan. Rangkaian kegiatan ini berlangsung selama dua hari, dari Selasa (22/09/2026) hingga Rabu (23/09/2026).
Kegiatan yang dihadiri langsung oleh jajaran pejabat Stamarena Polri, para Karorenmin Satker Mabes Polri, perwakilan Bappenas RI, serta para Kabagstrajemen atau yang mewakili dari Polda jajaran. Pada kesempatan tersebut, Kabagstrajemen Rorena Polda Kalbar diwakili oleh Ps. Kasubbagstrabang Bagstrajemen Rorena Polda Kalbar, Pembina Sana'i, S.H. Selain itu, seluruh pengemban fungsi perencanaan dari tingkat Satker Mabes, Polda, hingga Polres jajaran turut mengikuti jalannya pembekalan secara daring.
Rangkaian acara diawali dengan prosesi pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya serta Mars Perencanaan Polri. Agenda dibuka secara resmi oleh Waastamarena Kapolri yang diwakili oleh Karojakstra Stamarena Polri, Brigjen Pol Ayep Wahyu Gunawan, S.I.K., M.Hum. Sesi inti kemudian diisi dengan pemaparan materi dari Karomonev Stamarena Polri Brigjen Pol. Dr. Hadi Utomo, S.H., M.Hum., M.Han., serta penjelasan arah kebijakan pembangunan nasional T.A. 2027 oleh narasumber dari Kementerian Bappenas, Dr. Ahmad Dading Gunadi, S.T., M.A. Teknis penyusunan draf kerja kemudian diperdalam melalui paparan Kabagjakum Rojakstra Stamarena Polri, AKBP Ahmad Yani Eko Putra, S.H.
Melalui ruang koordinasi ini, proses penataan difokuskan pada sinkronisasi target kinerja serta persiapan usulan revisi rencana strategis. Hasil pertemuan merumuskan bahwa arah kebijakan, sasaran program, dan kebutuhan anggaran satker telah selaras dengan Renja Polri T.A. 2027. Di sisi lain, sistem cascading kinerja harus diterapkan secara konsisten dari tingkat pusat hingga unit terkecil agar setiap output program menjadi tanggung jawab yang jelas.
Proses evaluasi ini menekankan tiga pilar utama, yaitu konsistensi dokumen, penentuan skala prioritas melalui prinsip money follows program, serta keterukuran indikator keberhasilan di lapangan. Pengemban fungsi perencanaan dituntut untuk menjalankan peran pengawasan kualitas (quality assurance) secara optimal, guna memastikan seluruh substansi perencanaan bersifat logis, realistis, dan berkontribusi nyata pada nilai akuntabilitas kinerja (SAKIP) organisasi.
Seluruh rangkaian rapat koordinasi dan sinkronisasi ini berjalan dengan aman, tertib, dan lancar. Dengan hasil penyelarasan ini, Rorena Polda Kalbar siap mengawal implementasi perencanaan yang terpadu demi menyajikan pelayanan kepolisian yang semakin modern, transparan, dan akuntabel.


